Sebagian besar orang yang baru memasuki bangku kuliah masih terbawa euforia menjadi mahasiwa; tidak perlu memakai seragam, jam kelas yang tidak semencekik di sekolah dan bertemu dengan teman serta lingkungan baru. Itu adalah hal yang wajar namun kita harus tetap memperhatikan tujuan utama kita masuk ke tingkat perguruan tinggi; belajar.

Belajar memiliki makna yang luas, misalnya belajar bersosialisasi dengan orang lain dengan latar belakang dan karakteristik yang beragam, belajar mencoba hal baru, juga belajar untuk mengembangkan potensi kita. Mari kita sebut proses belajar tersebut adalah produktif — yang mana kita mempelajari sesuatu setiap harinya. Berikut ini tips untuk membuat masa kuliahmu menjadi produktif.

1. Aktif selama kegiatan belajar

Jangan takut disebut ambis! Ambisi memang diperlukan, itu artinya kamu berorientasi pada tujuanmu. Jangan samakan ambisi dengan sifat yang menghalalkan segala cara.

Selama belajar, kamu harus berani bertanya dan memberikan yang terbaik dalam tugas atau presentasimu. Biasanya beberapa dosen memiliki pekerjaan lain dan sangat besar peluangnya apabila kamu berprestasi dan memiliki kemampuan yang baik, dosen tersebut akan merekomendasikanmu di perusahaan tempatnya bekerja. It’s happened to me hehe.

2. Be humble dan jangan malu untuk SKSD

Ilustrasi (Kompas.com)

Ilustrasi (Kompas.com)

Mungkin bagimu, terlebih yang introvert akan sulit untuk melakukan hal ini. Rasa takut disangka cringe atau ‘sok kenal sok dekat’ oleh orang lain pasti terlintas di benakmu tapi perlu diingat kalau itu baru asumsimu saja. Bisa saja orang lain justru mencap dirimu sebagai orang yang sombong karena kamu tidak berinteraksi atau mengobrol dengan mereka. Who knows?

Kamu perlu berani untuk memperluas pertemanan, bukan hanya sebayamu saja tapi kamu juga bisa berteman dengan kakak tingkat atau adik tingkatmu. Semakin banyak teman, semakin luas jaringan yang kamu miliki yang nantinya akan mempermudah hidupmu.

Dengan kamu memberanikan diri dan belajar bersosialisasi dengan banyak orang yang memiliki latar belakang dan karakter beragam, kamu sudah meningkatkan soft skill-mu yaitu komunikasi dan membangun jaringan.

3. Ikut organisasi

Ilustrasi (iStockphoto)

Ilustrasi (iStockphoto)

Mungkin sebagian mahasiswa tidak ingin ikut organisasi karena melelahkan tapi memang begitu adanya karena organiasi merupakan tempat belajar. Jika kamu kesulitan untuk memulai poin 1 tadi, di sinilah tempatnya dimana kamu mau tidak mau, harus berinteraksi dengan banyak orang, baik sebaya, kakak atau adik tingkat, dosen, struktural, bahkan orang lain dari luar kampus.

Di organisasi kamu bisa belajar mengenai komunikasi organisasi, bagaimana bekerja secara tim, bagaimana me-lobby orang, mengejar sponsor, mengelola acara, manajemen krisis dan masih banyak lagi.

Meskipun di dunia kerja beberapa perusahaan tidak terlalu memperhatikan pengalaman organisasi tapi masih banyak kok sepengalaman saya perusahaan yang melihat organsisasi sebagai pertimbangan merekrut pegawai. Meraka tidak memungkiri bahwa di organsisasi seseorang melatih dan memiliki skill yang dijelaskan tadi yang tentunya sangat berguna di dunia kerja.

4. Perbanyak magang atau part-time

part-time-60ee766c06310e0370757f53.jpg

part-time-60ee766c06310e0370757f53.jpg Ilustrasi (beritagar.id)

Seperti yang telah disebut di atas, organisasi kadang tidak begitu menjadi perhatian recruiter di beberapa perusahaan. Mereka lebih memilih kandidat yang memiliki pengalaman bekerja sebelumnya, terlebih di bidang yang sama dengan perusahaan tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk mulai mencari perusahaan yang membuka internship bagi mahasiswa.

Sebelumnya perlu digarisbawahi bahwa tidak semua perusahaan atau instansi yang membuka program internship atau magang akan memberi gaji atau insentif. Beda halnya dengan part-time, kamu sudah dipastikan akan mendapat upah dari hasil kerjamu.

Kamu bisa melakukan magang atau part-time di masa libur pergantian menuju semester ganjil karena waktunya akan lama, sekitar tiga bulan. Adapun untuk informasi mengenai perusahaan yang membuka lowongan internship atau part-time dapat kamu temukan di berbagai situs kerja seperti LinkedIn, JobStreet dan juga media sosial seperti Instagram.

5. Ikut perlombaan

Ilustrasi (highlight.id)

Ilustrasi (highlight.id)

Dengan ikut perlombaan kamu dapat mengasah dan mengukur kemampuan yang kamu miliki. Kamu bisa belajar banyak salah satunya mengetahui dimana letak kesalahan atau kekuranganmu. Di ajang perlombaan ini pun membantu kamu menemukan teman yang memiliki interest sama denganmu.

6. Mulai bisnis

Ilustrasi (Pixabay)

Ilustrasi (Pixabay)

Mungkin kamu berpikir akan sulit untuk langsung mendapat pekerjaan di perusahaan atau instansi, itu memang benar adanya! Hehehe. Maka langkah yang paling tepat untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan memulai bisnis. Jika kamu merasa masih sulit untuk melakukannya, kerjakan dulu hal sederhana misalnya membuat mind map, mencari supplier dan meneliti pasar.

Apabila dirasa berat untuk mengerjakan usaha sendirian akan sangat menyenangkan jika kamu punya teman yang mau diajak untuk usaha bersama. Dalam memulai bisnis memang diperlukan modal, oleh karena itu sisihkan uang jajan atau tabung upah hasil part-time-mu. Bisnis yang sukses tidak selalu diawali dengan modal yang besar. Siapa tau jika bisnismu berhasil bukan kamu yang mencari pekerjaan tapi kamu membuka lapangan pekerjaan.

Menjadi produktif tidak selalu melelahkan dan kamu menjadi sangat sibuk. Hal di atas bisa kamu lakukan di waktu senggangmu. Bahkan untuk melatih kemapuan komunikasimu, bisa kamu lakukan dengan hangout bersama temanmu atau kamu bisa melakukan rapat organsisasimu di creative space yang nyaman dan Instagram-able! Semangat!

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/gemengwan/60ee77af1525102f71074512/baru-masuk-kuliah-berikut-cara-membuat-kuliahmu-produktif