Setiap mahasiswa akhirnya akan menghadapi ujian tahap terakhir sebelum mendapatkan gelar sarjana. Setelah waktu yang lama, saatnya untuk beralih ke fase pengujian. Pada tahap ini banyak mahasiswa yang takut menghadapinya karena ada penguji yang akan menanyakan tentang penelitian skripsi yang sedang kita lakukan. Tampaknya pertanyaan penguji yang tak terhitung jumlahnya menghantui ketakutan para siswa. Namun tenang saja, berikut ini trik-trik yang bisa dihadapi selama persidangan agar tidak terlalu banyak pertanyaan dari penguji saat persidangan, di antaranya sebagai berikut:

1. Penguasaan Dokumen
Menguasai isi tesis dari bab dari pendahuluan hingga kesimpulan. berusaha untuk menyelesaikan tesis yang direvisi atas saran direktur tesis. Biasanya, jika isi tesis mengikuti kaidah penulisan, maka penguji menganggap tesis itu baik. mengikuti pembelajaran menulis sesuai dengan buku teks.

2. Sistematis
Selama audiensi, baik online maupun offline, mahasiswa diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk mempresentasikan isi skripsi secara sistematis namun jelas dan ringkas. Jika siswa mempresentasikan dengan jelas, pemeriksa menganggap kami melakukan pekerjaan dengan baik dan menjelaskan apa yang ingin kami tanyakan. Tidak butuh waktu lama asalkan mencapai tujuan dari penjelasan yang disajikan.

3. Hindari kata-kata yang meragukan saat presentasi
Saat presentasi, penyampaiannya harus jelas sehingga tampak menguasai materi. hindari kata-kata seperti, seperti, kadang-kadang, dll. Jika kita menggunakan kata persen, sepertinya dosen penguji berpikir kita ragu untuk menggambarkannya, di situlah muncul berbagai pertanyaan penguji. dan terjadinya pertanyaan kunci penelitian yang dengan sendirinya menghasilkan hasil nyata atau hasil jiplakan milik orang lain. Jika kita menjelaskan dengan jelas dan percaya diri, penguji dianggap sudah menguasai materi, sehingga penguji dianggap kompeten.

4. Hapus referensi
Pada sidang, sebaiknya membawa referensi dari tesis kami, baik online maupun online. Jika pemeriksa menganggap kita memiliki referensi, dia akan menganggap penelitian yang kita lakukan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Sumbernya bisa dari buku, majalah, artikel dan lain-lain. Jika kita mengambil sumber buku atau koran dari internet, cobalah untuk mencetaknya sebagai bukti pendukung. Jadi ketika ada pertanyaan dari reviewer, kita bisa dengan mudah menunjuk dari buku dan halaman-halamannya.

5. Disertai dengan bukti pendukung penelitian
Selain menyiapkan referensi, kami juga menyiapkan bukti untuk mendukung penelitian kami. Seperti foto, data, dll. Ini berguna sebagai cadangan jika seorang reviewer meragukan penelitian yang kita lakukan.

Berikut adalah 5 tips yang dapat Anda persiapkan saat sidang agar tidak banyak pertanyaan dari penguji. Untuk menghindari pertanyaan yang berbeda dari penguji, cobalah untuk meyakinkan penguji bahwa kamu mampu dan mengendalikan poin yang kamu buat dengan bertanggung jawab selama persidangan. semoga beruntung!

sumber : https://www.hipwee.com/list/5-tips-ketika-sidang-meja-hijau-agar-tidak-banyak-pertanyaan-dari-penguji-semoga-membantu/